Sunday, September 8, 2013

Macam – Macam Alat Perekam Gambar dan Teknik Pengambilan Gambar

Hy semua sahabat ILMU BLOGGER pada kesempatan kali ini saya akan mengeshare tentang sebuah pelajaran di study saya Multimedia yaitu Macam – Macam Alat Perekam Gambar dan Teknik Pengambilan Gambar. saya sudah capekk ngetikk jadi langsung aja ya ke Fokus utamanya okkee Cekiddoottt...

Alat Perekam Gambar dan Teknik pengambilan Gambar 
1.Kamera Handphone ( Ponsel )

Kelebihan menggunakan Kamera ponsel adalah :
  1. Mudah digunakan.
  2. Ringan dan simple.
  3. Menggunakan media SD Card/Memory Stick dan/atau internal memory.
  4. Transfer data mudah.

Sedang kekurangannya adalah :
  1. Mempunyai resolusi yang tidak terlalu bagus.
  2. Tidak semua ponsel mempunyai fungsi-fungsi kamera standar seperti manual focus, white balance.
  3. Editing sulit.

Sample video menggunakan kamera ponsel adalah :
  1. Format yang digunakan adalah 3GP
  2. Resolusi kurang bagus
  3. Audio mono
  4. Frame rate 15fps

Tips / Trick Pengambilan gambar melalui Kamera Handphone/Ponsel
  1. Mengambil gamabar pada kondisi cahaya yang bagus
  2. Jangan menggunakan fitur zoom yang terlalu dekat
  3. Menepatkan Fokus kamera (Trick : Dengan aplikasi kamera default, tekan/tap dan tahan tombol shutter. Ketika tanda kotak berkedip, artinya eksposur dan fokus sudah terkunci.)


2.Kamera Digital

Kelebihan menggunakan Digital Camera adalah :
  1. Mudah digunakan.
  2. Terdapat fasilitas optical zoom.
  3. Mudah ditransfer ke computer.
  4. Ringan.
  5. Harga relatif terjangkau.

Sedang kekurangannya adalah :
  1. Untuk beberapa tipe kamera, resolusi masih rendah.
  2. Agak rumit untuk mengedit

Sample video menggunakan Digital Camera
  1. Menggunakan format Quicktime.
  2. Resolusi Sesuai Camera
  3. Audio mono
  4. Frame rate 15fps

Tips / Trick Pengambilan gambar melalui Kamera Digital
  1. Gerakan Kamera harus mempunyai teknik jika memang sudah Professional maka dia akan menggunakan beberapa teknik gerakan dalam pengambilan objeknya (Contoh “ Teknik Gerakan Kamera : Pan – putaran horizontal kamera dari titk tertentu , Tilt – putaran vertical kamera dari titik tertentu , Zoom In – mendekatkan focus perhatian subyek/obyek. Zoom Out – menjauhkan focus perhatian subyek/obyek. Efek : seperti kita mengamati sebuah benda, lalu kita berjalan mendekatinya, ataupun menjauhinya.
  2. Menggunakan sebuah teknik Track /Dolly (TRACK/DOLLY yaitu merupakan hasil dari gerakan seluruh kamera yang tidak terpancang hanya pada satu titik posisi.)
  3.  Kreatifitas lah yang paling utama dalam pengambilan gambar. 
1.Handy Cam

Keuntungan menggunakan handycam adalah :
  1. Menggunakan format standart broadcast (PAL, NTSC).
  2. Pada jenis tertentu dapat merekam sampai resolusi HD (1920×1080).
  3. Menggunakan berbagai macam media penyimpanan (tergantung jenisnya) seperti MiniDV, Hard Disk, DVD dll.
  4. Mempunyai fitur-fitur standart sebuah camcorder seperti manual focus, white balance, digital zoom dll.
  5. Data dapat diedit dengan mudah di berbagai macam software video editing.

Sedangkan kelemahannya adalah :
  1. Harga relatif mahal.
  2. Untuk capture hasil shooting, diperlukan software dan/atau interface lain seperti firewire, cable analog, P2 Slot.
  3. Untuk camcorder yang menggunakan media tape, diperlukan waktu real-time untuk capture ke computer.

Sample video menggunakan Handycam
  1. Format tergantung jenis camcorder, misalnya MPEG-2, MPEG-2 part 10 (AVC/H.264).
  2. Resolusi sampai HD
  3. Audio stereo – Digital 5.1
  4. Frame rate 25fps (PAL), 29.97 (NTSC), 24 (HD).

Tips / Trick Pengambilan gambar melalui Handy Cam:
  1. Pada saat pengambilan gambar harus dihindari penggunaan zoom yang berlebihan karena hal ini bisa menyebabkan gambar tidak fokus (out of focus).
  2. Jangan terlalu terpaku merekam objek utama saja.
  3. Hindari pengambilan gambar pada tempat-tempat yang tingkat pencaha­yaannya kurang.
  4. Gunakan penyangga (tripod) untuk menghasilkan gerakan yang halus
  5. Untuk menghindari suara-suara noise yang ikut terekam, sebaiknya anda meng­gunakan kamera video yang memiliki konektor untuk mikrofon ek­sternal.
  6. Gunakan variasi-variasi sudut pandang kamera, seperti Bird eye View (dari atas), High Angle (dari atas objek), Low Angle (dari arah bawah ob­jek), Eye Level (sejajar dengan mata objek), Frog Eye (dari bawah).
  7. Hindari penggunaan efek-efek yang terdapat pada kamera video.
  8. Harus memperhatikan komposisi frame (bingkai), jangan sampai objek pertama terpotong.

1 comment:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com